Menata Pikiran Meringankan Kepayahan


Kopi
Kopi minuman berenergi

Melihat orang sukses itu rasanya ikut bahagia, bahkan tumbuh keinginan untuk menjadi sukses juga. tapi apalah keinginan itu kalau kita tidak mau mengeluarkan tenaga. Ingin maju kedepan tapi kaki enggan melangkah. Tidak mau melakukannya lagi atau cuma sekali saja melangkah mungkin tidak bisa membantu kita tiba ditempat tujuan, hayalan kenikmatan lain menjadikan kita sangat malas melakukan langkah yang kedua, mungkin kita hanya bisa menikmati menjadi penonton.

Tetap disini tidak menjadikan diri ini aman, melangkah maju walaupun mengeluarkan tenaga dan timbul kepayahan mungkin juga tidak menjadikan diri aman. Tapi apa yang kita jalani dengan tulus walaupun tidak ada jaminan aman sementara kita berjalan terus dijalan yang benar, hati kita akan bahagia. Sedangkan yang hanya menjadi penonton, mungkin suatu saat akan menyesal. Suatu pekerjaan bila kita kerjakan dengan penuh cinta walaupun timbul kepayahan tetap akan merasakan bahagia. Tidak penting bagaimana nanti hasilnya yang terpenting kita senang menjalaninya. Seperti halnya mencintai seseorang; terkadang mengalami sakit, terluka, dan sedih, namun kita tetap menjalaninya.

Satu langkah memberikan nilai, dua langkah memberikan tambahan nilai lagi, atau kita sedang bersepeda satu ayunan membuat roda berjalan ditambah dua ayunan pedal menambah kecepatan, dan lihat kita berada ditempat yang berbeda. Jangan lupa gagang stang untuk mengarahkan pada tujuan dan terpenting adalah jangan melanggar jalur yang lurus itu.

Tentang pandangan yang kita lihat, sesekali dalam perjalanan menoleh pada pemandangan yang indah di sekitar, menyapa dan memberi salam pada kenalan, atau mampir sesaat untuk beristirahat, jangan lupa lekas bangun dan tetap semangat. Lupa diri menjadikan orang tersesat
Baca juga : Tergiur dengan Discount Besar? Ayo Tetap Berhemat
Tentang udara yang kita hirup, rasakan dan bersyukur membuat kenikmatan ini bertambah. Kekurangan memang ada, tapi ada kesempatan untuk berlatih, mengisinya atau menumbuhkan kelebihan yang kita miliki.

Tentang suara yang kita dengar. bagaimana suara sungai yang kita dengan diperjalanan ini? terasa merdu. Angin berhembuh menggerakkan bambu-bambu dan juga membuatnya bergesekan, daun-daunnya gemercik juga seperti aliran air melewati kerikil.

Tentang apa yang kita bawa, jangan meminumnya keculi dari yang bersih, atau kamu akan menyulingnya nanti. air sungai itu menggiurkan, tapi untuk sekarang kamu membutuhkan sumbernya. Tidak jauh dari sini, sedikit lagi. Jika kamu haus minumlah air sulingan itu.

Menata Pikiran Meringankan Kepayahan Menata Pikiran Meringankan Kepayahan Reviewed by Bondan Murdani Soleh on November 02, 2019 Rating: 5

4 comments:

  1. Serius ini blog tulisannya cuma satu tapi followernya puluhan? Kueren kamu mas. Aku nulis ratusan yang following masih beberapa. Heuheuheu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ni blog isinya pindahan ke wordpress mas. ke bondanfamily(dot)com

      Delete
  2. Wah...keren kata-katanya...😃
    Saya jadi ikutan termotivasi.
    Bahwa kita harus bersikap, sabar, konsisten, dan menikmati segala hal dalam proses meraih apa yang kita inginkan....😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. 😄 ya dong. Walaupun tak akan pernah tercapai. Ada capaian lain

      Delete

Powered by Blogger.